Sumanto Al Qurtuby : HTI itu "Pro" Demokrasi atau Anti-Demokrasi?
Ayam-ayamku tertawa ngguling-ngguling melihat para pentolan HTI marah-marah dan curhat gara-gara aksi-aksi dan pengajian mereka dilarang dan dihadang massa di sejumlah daerah. Mereka "ngeles" kalau Indonesia itu negara "demokrasi Pancasila" yang mestinya menghormati ekspresi kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Giliran ditolak merengek-rengek demokrasi, tapi giliran dibiarkan mencaci-maki demokrasi. Giliran diprotes berlindung di balik Pancasila dan UUD 1945, giliran didiamkan bengak-bengok anti ideologi dan konstitusi negara yang mereka anggap sebagai sistem thoghut, kapir, tidak islami, dlsb. Mestinya kalian harus konsisten menggunakan "logika khilafah" dong seperti yang selama ini kalian lakukan, jangan memakai "logika demokrasi". Kalian merasakan sendiri kan enaknya hidup di dunia demokrasi sehingga khilafah bisa berkembang seenaknya. Coba kalau hidup di dunia khilafah, apakah demokrasi bisa berkembang dengan leluasa? Jelas ...